Tiga tahun lalu, CV. Inagro Jinawi mempercayakan pengembangan core system dan traceability system mereka kepada PT. Rekatama Digdaya Solusi (RDS). Saat itu, fokusnya adalah membangun fondasi digital yang kokoh untuk mendukung bisnis ekspor gula semut yang terus berkembang. Waktu berjalan. Bisnis bertumbuh. Volume data meningkat. Proses menjadi semakin kompleks.

Dan seperti banyak sistem yang sukses digunakan dalam jangka panjang, muncul satu fase penting: sistem perlu beradaptasi kembali. Inagro tidak membutuhkan sistem baru dari nol. Mereka membutuhkan sistem yang lebih siap menghadapi realitas bisnis hari ini — lebih cepat, lebih responsif, dan lebih selaras dengan proses operasional yang telah berkembang. Maka dimulailah proyek revamping aplikasi Quality Control dan aplikasi mobile pengepul pada pertengahan Desember 2025.


Tantangan Sesungguhnya: Mengubah Mesin Saat Mesin Tetap Harus Berjalan

Salah satu tantangan terbesar dalam proyek ini adalah fakta bahwa sistem lama masih aktif digunakan untuk produksi harian. Tidak ada ruang untuk downtime yang panjang. Tidak ada ruang untuk eksperimen yang berisiko. Artinya, sebelum satu baris kode pun diperbarui, tim harus menyiapkan environment yang identik: database, backend, hingga web frontend. Semua harus direplikasi dengan presisi agar pengembangan bisa dilakukan tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan. Ini bukan sekadar update fitur. Ini adalah proses bedah sistem dengan prinsip kehati-hatian tinggi.


Agile Bukan Sekadar Metode, Tapi Pola Kolaborasi

Selama dua bulan pengerjaan (Desember 2025 – Februari 2026), pendekatan agile product development benar-benar menjadi napas proyek ini. Diskusi berjalan intens. Feedback diberikan secara langsung. Perubahan kebutuhan bisa segera direspons. Salah satu faktor kunci keberhasilan proyek ini adalah hadirnya tim supporting internal dari Inagro yang diketuai oleh Ibu Putri sebagai PIC. Dengan adanya jalur komunikasi yang jelas dan kolaborasi yang aktif, setiap tantangan bisa diselesaikan dengan cepat dan terarah. Di sinilah terlihat bahwa teknologi hanyalah alat. Kolaborasilah yang membuatnya bekerja dengan optimal.


Keputusan Strategis: Private Deployment

Ada satu keputusan menarik dari sisi distribusi aplikasi mobile pengepul. Inagro memilih untuk tidak mempublikasikan aplikasi Android melalui Play Store. Sebagai gantinya, digunakan pendekatan deployment private yang lebih terkontrol. Strategi ini memberikan fleksibilitas distribusi kepada pengguna internal dan mitra pengepul, sekaligus menjaga kontrol keamanan dan eksklusivitas sistem.


Lebih dari Sekadar Revamping

Dalam waktu dua bulan, sistem yang telah berjalan tiga tahun berhasil diperbarui tanpa mengganggu operasional utama. Performa meningkat. Struktur data lebih siap menghadapi pertumbuhan. Proses bisnis lebih terakomodasi. Namun lebih dari itu, proyek ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital bukan proyek satu kali selesai. Ia adalah perjalanan. Dan perjalanan terbaik adalah ketika klien dan tim pengembang berjalan dalam ritme yang sama — tumbuh bersama, berbenah bersama, dan siap menghadapi fase berikutnya.