Menemukan Permata Digital di Sudut Banyumas: Catatan dari Meja Juri LKS Web Technologies 2026
Mengawali tahun 2026, bagi kami di PT Rekatama Digdaya Solusi, tantangan terbesar tetaplah sama: menemukan talenta digital yang tidak hanya "bisa", tapi juga "paham". Di tengah hiruk-pikuk industri software development yang bergerak secepat kilat, saya justru menemukan optimisme baru di sebuah ruang kelas di Ajibarang.
Selasa, 27 Januari 2026, menjadi momen istimewa bagi saya. Bukan karena barisan kode yang rumit, melainkan karena energi luar biasa dari para siswa SMK dalam gelaran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Bidang Web Technologies Wilayah Kabupaten Banyumas. Bertempat di SMK Ma'arif NU 1 Ajibarang, saya berkesempatan duduk di kursi juri untuk menyaksikan langsung bagaimana generasi mendatang meramu solusi digital.
Tantangan Nyata: Membangun Ekosistem Desa Wisata
Lomba yang berlangsung satu hari penuh ini bukan sekadar ajang "gaya-gayaan" tampilan web. Peserta ditantang membangun platform Web Desa Wisata Terpadu. Sebuah sistem kompleks yang harus mampu mengintegrasikan destinasi wisata, manajemen homestay, hingga kurasi aktivitas lokal dalam satu wadah.
Standar teknologi yang ditetapkan pun tidak main-main. Di sisi Frontend, mereka harus bertarung dengan modernitas VueJs, NextJs, atau ReactJs. Sementara untuk tulang punggung Backend, Laravel menjadi menu wajib. Ini adalah standar industri yang kami gunakan sehari-hari di PT Rekatama Digdaya Solusi. Melihat anak-anak setingkat SMK sudah bergulat dengan stack ini adalah pemandangan yang menyegarkan.
Melampaui Baris Kode
Empat sekolah mengirimkan putra-putri terbaiknya: tuan rumah SMK Ma'arif NU 1 Ajibarang, SMK Wiworotomo, SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang, dan SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto.
Jujur saja, dalam durasi yang terbatas, tidak semua peserta berhasil menuntaskan aplikasi hingga sempurna. Namun, sebagai praktisi, saya tidak hanya melihat hasil akhir. Ada tiga poin fundamental yang membuat saya berdecak kagum:
- Arsitektur Aplikasi: Pemahaman mereka tentang bagaimana data mengalir dari backend ke frontend sudah sangat matang. Mereka tidak sekadar "nyontek" tutorial, tapi paham struktur.
- Kemahiran Tools: Penguasaan terhadap development tools sudah sangat fasih. Mereka tampak nyaman berselancar di dalam ekosistem kerja modern.
- Logika dan Kecepatan: Kecepatan mereka dalam menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi baris kode fungsional menunjukkan bahwa logika pemrograman mereka sudah terasah dengan baik.
Saatnya Industri Menjemput Bola
Pulang dari SMK Ma'arif NU 1 Ajibarang, saya membawa satu kesimpulan kuat: potensi digital di daerah, khususnya di lingkup SMK Kabupaten Banyumas, sudah sangat siap untuk dipanen.
Selama ini mungkin kita (pelaku industri) terlalu sering menoleh jauh ke kota-kota besar untuk mencari talenta, padahal di depan mata, bibit-bibit unggul ini sedang tumbuh dengan pesat. Sudah saatnya kami, para pelaku industri IT, memaksimalkan potensi ini melalui kolaborasi yang lebih erat.
Terima kasih kepada seluruh peserta dan penyelenggara. Semangat kalian adalah sinyal kuat bahwa masa depan teknologi informasi di Indonesia, khususnya di Banyumas, berada di tangan yang tepat.
Mari bersama-sama terus berinovasi agar LKS Web Teknologi tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga platform yang menjadi acuan untuk mengembangkan keterampilan digital generasi muda.
Setuju sekali
Mantap.. terima kasih Pak Brata atas ilmu dan pengalaman yang diberikan kepada anak-anak kami
Siap Mas, dengan senang hati dan selalu siap untuk kolaborasi